05 August 2026
Demam pada balita merupakan salah satu keluhan yang paling sering membuat orang tua merasa khawatir. Ketika suhu tubuh anak meningkat, tidak sedikit orang tua yang langsung panik dan menganggap kondisi tersebut berbahaya. Padahal, demam sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Meski demikian, tidak semua demam dapat dianggap ringan. Ada beberapa kondisi yang menjadi tanda bahaya sehingga anak perlu segera diperiksakan ke Dokter Spesialis Anak.
Sebagai orang tua, memahami kapan demam masih dapat dipantau di rumah dan kapan harus segera mencari pertolongan medis sangatlah penting. Dengan penanganan yang tepat, risiko komplikasi akibat penyakit penyebab demam dapat diminimalkan sehingga proses penyembuhan anak menjadi lebih cepat.
Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak mencapai 38°C atau lebih, yang diukur menggunakan termometer. Suhu tubuh yang meningkat merupakan respons alami sistem kekebalan tubuh saat melawan infeksi. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari flu, radang tenggorokan, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, hingga penyakit yang lebih serius seperti demam berdarah.
Pada sebagian besar kasus, demam akan membaik dalam beberapa hari apabila penyebabnya adalah infeksi virus ringan. Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi umum anak, bukan hanya angka pada termometer.
Beberapa penyebab demam yang paling sering terjadi pada balita antara lain:
Karena penyebabnya sangat beragam, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan apabila demam berlangsung lama atau disertai gejala tertentu.
Tidak semua demam memerlukan perawatan di rumah sakit. Namun, orang tua perlu segera membawa anak ke Dokter Spesialis Anak apabila muncul salah satu atau beberapa kondisi berikut:
Bayi yang berusia kurang dari tiga bulan memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna. Oleh karena itu, demam 38°C atau lebih pada bayi usia di bawah tiga bulan merupakan kondisi yang harus segera diperiksakan ke dokter, meskipun bayi tampak masih aktif.
Jika suhu tubuh anak tetap tinggi selama lebih dari tiga hari atau terus berulang, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. Kondisi ini dapat menandakan adanya infeksi yang memerlukan penanganan khusus.
Saat demam, nafsu makan memang biasanya menurun. Namun apabila anak benar-benar menolak makan dan minum, risiko dehidrasi akan meningkat. Kekurangan cairan dapat memperburuk kondisi anak dan menghambat proses penyembuhan.
Balita yang biasanya aktif bermain tetapi tiba-tiba hanya ingin tidur, sulit dibangunkan, atau tidak merespons seperti biasanya perlu segera diperiksa. Kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa infeksi yang dialami cukup berat.
Sebagian anak dapat mengalami kejang demam ketika suhu tubuh meningkat dengan cepat. Walaupun sebagian besar kejang demam tidak menyebabkan kerusakan otak, kondisi ini tetap memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya dan mencegah komplikasi.
Apabila demam disertai napas cepat, tarikan dinding dada, atau anak tampak kesulitan bernapas, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan. Gejala ini bisa menjadi tanda infeksi saluran pernapasan yang membutuhkan penanganan segera.
Muntah berulang dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Bila disertai demam, kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi sehingga anak perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Selama kondisi anak masih stabil dan belum menunjukkan tanda bahaya, beberapa langkah berikut dapat membantu membuat anak lebih nyaman:
Perlu diingat, penggunaan antibiotik tidak boleh dilakukan tanpa pemeriksaan dokter karena tidak semua demam disebabkan oleh infeksi bakteri.
Masih banyak orang tua yang mempercayai beberapa mitos mengenai demam. Salah satunya adalah anggapan bahwa semua demam pasti berbahaya. Faktanya, sebagian besar demam merupakan mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi.
Mitos lainnya adalah semakin tinggi suhu tubuh maka penyakit pasti semakin berat. Pada kenyataannya, kondisi umum anak lebih penting untuk diperhatikan dibandingkan hanya melihat angka suhu tubuh. Anak yang masih aktif bermain dan mau minum umumnya memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan anak dengan demam sedang tetapi tampak sangat lemas.
Dokter Spesialis Anak akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab demam, termasuk melihat riwayat penyakit, melakukan pemeriksaan fisik, hingga menyarankan pemeriksaan penunjang apabila diperlukan. Dengan mengetahui penyebabnya, pengobatan dapat diberikan secara tepat sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Pemeriksaan dini juga membantu mendeteksi penyakit serius seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, atau demam berdarah sebelum kondisi anak semakin memburuk.
Apabila Si Kecil mengalami demam yang tidak kunjung membaik atau muncul tanda-tanda bahaya seperti demam lebih dari tiga hari, sulit makan dan minum, kejang, sesak napas, maupun tampak sangat lemas, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak di RS Annisa.
RS Annisa menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan anak yang didukung oleh Dokter Spesialis Anak berpengalaman untuk membantu menemukan penyebab demam serta memberikan penanganan yang tepat sesuai kondisi buah hati Anda.
Untuk mengetahui jadwal praktik Dokter Spesialis Anak, Anda dapat memindai QR Code Jadwal Dokter Anak RS Annisa yang tersedia pada media informasi RS Annisa atau menghubungi Customer Service RS Annisa melalui WhatsApp 0896-8539-3749 untuk informasi jadwal praktik, konsultasi, dan pendaftaran.
Demam pada balita memang sering terjadi dan tidak selalu berbahaya. Namun, orang tua perlu mengenali tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan segera, seperti demam pada bayi di bawah tiga bulan, demam lebih dari tiga hari, anak sulit makan atau minum, sangat lemas, kejang, sesak napas, atau muntah terus-menerus.
Jangan menunggu hingga kondisi anak semakin memburuk. Pemeriksaan sejak dini oleh Dokter Spesialis Anak dapat membantu menemukan penyebab demam, memberikan pengobatan yang sesuai, serta mencegah terjadinya komplikasi. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, Si Kecil dapat kembali sehat dan aktif menjalani hari-harinya.